Manggarai (Kemenag) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Manggarai terus berupaya membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta mampu memanfaatkan teknologi digital secara bijaksana. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan MATAMUDA (Masa Ta'aruf Mudrid Madrasah) Tahun Pelajaran 2026/2027 yang menghadirkan pembekalan mengenai ekoteologi dan etika digital sebagai bagian dari penguatan karakter peserta didik baru.

Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi para murid untuk mengenal budaya madrasah sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab sebagai generasi yang hidup di tengah perkembangan teknologi informasi. Selain memperkenalkan lingkungan belajar, MATAMUDA juga diarahkan untuk membangun karakter peserta didik yang berintegritas, toleran, peduli terhadap sesama, serta memiliki kesadaran menjaga kelestarian lingkungan.

Kepala MAN 1 Manggarai, Fetosarif Nggapang, dalam arahannya menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengamalan ajaran agama. Menurutnya, nilai-nilai ekoteologi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari sehingga peserta didik memiliki kesadaran bahwa merawat alam adalah bentuk tanggung jawab kepada Tuhan sekaligus kepada sesama.

"Ekoteologi bukan hanya dipahami sebagai konsep, tetapi harus diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan lingkungan madrasah, membuang sampah pada tempatnya, merawat tanaman, menghemat penggunaan air dan listrik, serta menjaga seluruh fasilitas yang tersedia. Semua itu merupakan bagian dari tanggung jawab kita sebagai khalifah di bumi yang diberi amanah untuk memelihara ciptaan Allah SWT," ujar Fetosarif.

Selain penguatan nilai ekoteologi, para peserta juga memperoleh pembekalan mengenai etika digital sebagai bekal menghadapi tantangan era transformasi digital. Murid diharapkan mampu memanfaatkan media digital secara cerdas, bertanggung jawab, dan beretika, serta mampu menyaring berbagai informasi yang diterima agar terhindar dari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun konten negatif lainnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai, Ahmad Jauhari, mengajak seluruh peserta didik untuk menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun kehidupan yang harmonis di lingkungan madrasah maupun masyarakat. Menurutnya, perbedaan latar belakang, suku, budaya, maupun pandangan harus disikapi sebagai kekayaan yang memperkuat persatuan.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Jauhari juga menekankan pentingnya penerapan empat pilar pembelajaran sebagai landasan dalam membentuk generasi yang berkualitas, yaitu belajar untuk mengetahui (learning to know), belajar untuk melakukan (learning to do), belajar untuk menjadi pribadi yang utuh (learning to be), dan belajar untuk hidup bersama (learning to live together).

"Keempat pilar tersebut harus menjadi bagian dari proses pembelajaran di madrasah. Peserta didik tidak cukup hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga harus mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan, membentuk karakter yang baik, serta membangun sikap saling menghargai dan bekerja sama di tengah keberagaman," ungkap Ahmad Jauhari.

Melalui pelaksanaan MATAMUDA yang mengintegrasikan penguatan ekoteologi dan etika digital, MAN 1 Manggarai berharap seluruh peserta didik baru mampu tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, peduli terhadap kelestarian lingkungan, cakap memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, serta mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.