MAN 1
Manggarai (Kemenag) --- Setelah hampir dua minggu
menghentikan sementara kegiatan pembelajaran tatap muka akibat gempa bumi yang
mengguncang wilayah Flores dan sekitarnya pada 15 Agustus 2026, MAN 1 Manggarai
kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan skema pembelajaran
tanggap darurat. Kegiatan tersebut mulai dilaksanakan pada Senin (31/08/2026).
Penerapan pembelajaran tanggap
darurat diawali dengan pengarahan kepada seluruh warga madrasah. Pengarahan
disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Zakaria, sebagai
tindak lanjut atas arahan Kementerian Agama dan Pemerintah Provinsi Nusa
Tenggara Timur terkait keberlangsungan layanan pendidikan selama masa tanggap
darurat bencana.
Dalam arahannya, Zakaria
menyampaikan bahwa proses pembelajaran tetap harus berjalan dengan menyesuaikan
kondisi serta tingkat keamanan di lapangan. Menurutnya, keselamatan peserta
didik, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh warga madrasah menjadi prioritas
utama dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan selama masa tanggap darurat.
“Pembelajaran tetap kita laksanakan,
tetapi harus menyesuaikan dengan kondisi dan situasi keamanan. Keselamatan
seluruh warga madrasah menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Dalam skema pembelajaran tanggap
darurat, kegiatan tatap muka dilaksanakan dengan memanfaatkan tenda darurat
pembelajaran serta ruangan-ruangan yang masih dinyatakan aman. Durasi
pembelajaran yang sebelumnya berlangsung selama 40 menit disesuaikan menjadi 25
menit. Kegiatan pembelajaran berlangsung mulai pukul 07.15 hingga 11.35 WITA.
Untuk mengatur pelaksanaan
pembelajaran secara aman dan efektif, kegiatan pembelajaran luring dilaksanakan
secara bergiliran. Peserta didik kelas XII mengikuti pembelajaran pada Senin
dan Selasa, kelas XI pada Rabu dan Kamis, sedangkan kelas X pada Jumat dan Sabtu.
Sementara itu, hari efektif yang tidak digunakan untuk pembelajaran luring
dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan pembelajaran daring.
Selain pengaturan kegiatan
pembelajaran, madrasah juga memberikan perhatian khusus terhadap keamanan
lingkungan. Seluruh warga madrasah diingatkan untuk tidak memasuki maupun
berkumpul di sekitar bangunan yang telah diberi tanda merah. Area tersebut
selanjutnya akan diberi garis pembatas dan wajib dihindari demi menjaga
keselamatan bersama.
Selama masa tanggap darurat, kantin
madrasah juga belum beroperasi. Oleh karena itu, peserta didik diimbau untuk
membawa air minum dan makanan dari rumah sesuai kebutuhan masing-masing selama
mengikuti kegiatan pembelajaran di madrasah.
Dalam pelaksanaan pembelajaran, para
guru diarahkan untuk melakukan penyederhanaan Capaian Pembelajaran (CP) serta
menerapkan Modul Pembelajaran Darurat. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan
dengan memadukan pembelajaran tatap muka, daring/luring, serta pembelajaran
berbasis komunitas di lokasi yang aman dan nyaman.
Penerapan skema pembelajaran tanggap
darurat tersebut merupakan bentuk komitmen MAN 1 Manggarai untuk memastikan
layanan pendidikan tetap berjalan di tengah situasi pemulihan pascabencana.
Keberlangsungan proses belajar diupayakan tetap terlaksana dengan
mempertimbangkan aspek keselamatan, kenyamanan, serta kondisi psikologis
peserta didik.
Madrasah juga mengajak orang tua dan
masyarakat untuk bersama-sama mendukung proses pemulihan pendidikan dengan
memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap semangat belajar. Pada saat
yang sama, peserta didik diingatkan untuk senantiasa mematuhi seluruh ketentuan
keselamatan selama berada di lingkungan madrasah.
Dengan semangat kebersamaan dan
kepedulian, MAN 1 Manggarai terus berupaya menjaga keberlangsungan pendidikan
sekaligus memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan secara aman,
terarah, dan sesuai dengan kondisi di lapangan. (Irma Hutabarat)