Manggarai (Kemenag) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Manggarai terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung implementasi program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia di bidang Ekoteologi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon dan edukasi lingkungan yang dilaksanakan di lingkungan madrasah pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini melibatkan Kepala Madrasah, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh murid sebagai bagian dari gerakan bersama membangun lingkungan pendidikan yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan tidak hanya berfokus pada penanaman bibit pohon di area madrasah, tetapi juga diisi dengan edukasi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, mengelola lingkungan secara bertanggung jawab, serta membangun kesadaran bahwa kelestarian alam merupakan amanah yang harus dijaga oleh setiap manusia. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga pengalaman nyata melalui aksi langsung di lapangan.
Program ini merupakan bentuk implementasi nilai-nilai ekoteologi, yaitu pendekatan yang mengintegrasikan ajaran agama dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Melalui pendekatan tersebut, warga madrasah diajak memahami bahwa menjaga alam bukan sekadar tanggung jawab sosial, melainkan juga bagian dari ibadah dan pengamalan nilai-nilai keagamaan. Kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan melalui kebiasaan sederhana, seperti menanam dan merawat pohon, menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi penggunaan sampah plastik, serta memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana.
Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai, Ahmad Jauhari, memberikan apresiasi atas langkah nyata yang dilakukan MAN 1 Manggarai dalam mengimplementasikan salah satu program prioritas Kementerian Agama. Menurutnya, pendidikan ekoteologi menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus kesadaran spiritual yang kuat.
"Ekoteologi adalah wujud nyata bagaimana ajaran agama mengajarkan kita untuk menjaga dan merawat alam. Karena itu, kegiatan seperti ini tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial semata, tetapi harus berkembang menjadi budaya yang hidup dalam keseharian warga madrasah. Kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi karakter yang melekat pada setiap peserta didik," ungkap Ahmad Jauhari.
Ia menambahkan bahwa madrasah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai pelestarian lingkungan sejak dini. Melalui proses pembelajaran yang terintegrasi dengan praktik nyata, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki kesadaran ekologis, mampu mengambil peran dalam menjaga kelestarian alam, serta menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Manggarai, Fetosarif Nggapang, menegaskan bahwa penguatan ekoteologi merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam membangun budaya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
"Kami ingin menjadikan MAN 1 Manggarai sebagai madrasah yang menjadi contoh dalam penerapan nilai-nilai ekoteologi. Penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan sesaat, melainkan langkah awal untuk membangun budaya cinta lingkungan yang terus dipelihara oleh seluruh warga madrasah. Setiap pohon yang ditanam harus dirawat bersama sebagai simbol tanggung jawab kita terhadap ciptaan Allah SWT," ujar Fetosarif.
Menurutnya, pendidikan lingkungan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan madrasah. Oleh karena itu, berbagai program pembiasaan seperti menjaga kebersihan kelas dan halaman, merawat taman, melakukan penghijauan, serta mengelola sampah secara bertanggung jawab akan terus diperkuat sebagai budaya positif yang melibatkan seluruh warga madrasah.
Melalui kegiatan penanaman pohon dan edukasi lingkungan ini, MAN 1 Manggarai berharap mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama. Upaya tersebut diharapkan melahirkan peserta didik yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, berakhlak mulia, dan berkarakter, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin dalam kehidupan sehari-hari.
Implementasi program Ekoteologi di MAN 1 Manggarai menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembelajaran, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan agen perubahan sosial. Dengan membudayakan kepedulian terhadap lingkungan, madrasah turut berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan sekaligus mendukung visi Kementerian Agama dalam menghadirkan pendidikan yang bermutu, berkarakter, dan berwawasan ekologis.