Manggarai (Kemenag) — Dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di madrasah agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai, Pontius Mudin, secara resmi membuka kegiatan Review Kurikulum Tahun Pelajaran 2026/2027 yang diselenggarakan di MAN 1 Manggarai, Kamis (23/07/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi seluruh pemangku kepentingan di lingkungan madrasah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi kurikulum yang telah berjalan sekaligus menyusun berbagai langkah penguatan dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran pada tahun pelajaran yang baru.

Review kurikulum tersebut diikuti oleh kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, serta unsur terkait lainnya. Selama kegiatan berlangsung, peserta melakukan telaah terhadap capaian pembelajaran, efektivitas perangkat ajar, metode pembelajaran yang diterapkan, hingga berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran selama satu tahun terakhir. Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi dasar dalam menyusun strategi pengembangan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Peninjauan kurikulum difokuskan pada penyesuaian materi ajar agar lebih kontekstual, penguatan pembelajaran berbasis inquiry yang mendorong peserta didik aktif mencari dan menemukan pengetahuan, serta integrasi pendekatan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Ketiga pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kepedulian sosial, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta pengalaman belajar yang bermakna bagi setiap peserta didik.

Dalam sambutannya, Kepala MAN 1 Manggarai, Fetosarif Nggapang, menegaskan bahwa kurikulum merupakan jantung pendidikan yang menjadi arah sekaligus pedoman utama dalam seluruh proses pembelajaran di madrasah. Oleh karena itu, evaluasi kurikulum harus dilakukan secara berkala agar tetap relevan dengan kebutuhan peserta didik maupun perkembangan dunia pendidikan.

"Melalui kegiatan ini, kita perlu mengidentifikasi berbagai kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaan kurikulum. Praktik-praktik baik yang telah terbukti efektif harus kita pertahankan dan terus dikembangkan, sementara berbagai kekurangan perlu kita evaluasi, perbaiki, dan sempurnakan bersama. Dengan demikian, kurikulum yang kita gunakan benar-benar mampu menjawab tantangan zaman sekaligus mendukung tercapainya tujuan pendidikan madrasah," ujar Fetosarif.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai, Pontius Mudin, dalam arahannya menekankan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka harus mampu beradaptasi dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta dinamika kehidupan masyarakat. Menurutnya, kurikulum tidak boleh bersifat statis, melainkan harus terus berkembang agar mampu membekali peserta didik dengan kompetensi yang dibutuhkan di masa kini maupun masa depan.

"Kurikulum harus adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyesuaian materi ajar serta penguatan pembelajaran berbasis inquiry agar siswa lebih aktif, kritis, kreatif, dan mampu membangun pengetahuan melalui proses eksplorasi. Guru juga dituntut untuk terus berinovasi dalam menghadirkan pembelajaran yang inspiratif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik," tegas Pontius.

Ia juga mengajak seluruh tenaga pendidik di MAN 1 Manggarai untuk menjadikan kegiatan review kurikulum sebagai ruang refleksi bersama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Menurutnya, keberhasilan implementasi kurikulum tidak hanya ditentukan oleh dokumen yang disusun, tetapi juga oleh komitmen seluruh warga madrasah dalam menerapkannya secara konsisten di ruang-ruang pembelajaran.

Melalui penerapan pendekatan Deep Learning, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), serta pembelajaran berbasis inquiry, diharapkan peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih menyenangkan, menantang, dan bermakna. Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa di kelas, menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, memperkuat karakter, serta mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik secara seimbang.

Kegiatan Review Kurikulum Tahun Pelajaran 2026/2027 ini menjadi salah satu bentuk komitmen MAN 1 Manggarai dalam melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap mutu pendidikan. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan transformasi pembelajaran, MAN 1 Manggarai optimistis mampu menghadirkan layanan pendidikan yang unggul, berdaya saing, berkarakter, serta mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global di era yang terus berkembang.