MAN 1 Manggarai (Kemenag) — Keterbatasan akibat bencana gempa bumi tidak menyurutkan semangat murid-murid MAN 1 Manggarai untuk mengukir prestasi. Senin, (14/09/2026).

Dari tengah suasana pemulihan dan pembelajaran yang berlangsung di bawah tenda darurat, sembilan murid MAN 1 Manggarai berhasil meraih prestasi pada Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Manggarai dan memastikan diri melaju ke tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi madrasah. Selain menunjukkan kemampuan akademik para murid, keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa kondisi pascagempa bukan menjadi penghalang bagi keluarga besar MAN 1 Manggarai untuk terus bergerak, belajar, dan berprestasi.

Sembilan murid yang berhasil lolos ke tingkat provinsi tersebut adalah:

  1. Melani Saputri — Juara 1 Bidang Studi Biologi
  2. Annisa Hapsari — Juara 2 Bidang Studi Ekonomi
  3. Reva Maulina — Juara 2 Bidang Studi Kimia
  4. Nining Fitriani — Juara 2 Bidang Studi Fisika
  5. Anindya Zivana Khairani — Juara 2 Bidang Studi Matematika
  6. Rahimatul Khaira — Juara 3 Bidang Studi Biologi
  7. Muhammad Abudarahman Ismail — Juara 3 Bidang Studi Fisika
  8. Fitria — Juara 3 Bidang Studi Matematika
  9. Vindry Mariam — Juara 3 Bidang Studi Geografi

Keberhasilan tersebut semakin bermakna karena diraih dalam situasi yang penuh keterbatasan. Pascagempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026, aktivitas pembelajaran di MAN 1 Manggarai harus menyesuaikan dengan kondisi darurat. Kegiatan belajar mengajar bahkan dilaksanakan di bawah tenda-tenda darurat sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pendidikan sekaligus mengutamakan keselamatan warga madrasah.

Dalam kondisi tersebut, para murid tetap menunjukkan semangat untuk mengikuti berbagai kegiatan akademik, termasuk OMI 2026. Dukungan dan pendampingan dari para guru pembimbing menjadi bagian penting dalam mempersiapkan para peserta menghadapi kompetisi.

Kepala MAN 1 Manggarai, Fetosarif Nggapang, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada sembilan murid yang telah berhasil mengharumkan nama madrasah.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada sembilan murid MAN 1 Manggarai yang telah berhasil meraih prestasi dan lolos ke tingkat provinsi. Prestasi ini sangat membanggakan, terlebih diraih dalam kondisi madrasah yang sedang menghadapi masa pemulihan pascagempa,” ungkapnya.

Fetosarif juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh bapak dan ibu guru pembimbing yang telah memberikan pendampingan, bimbingan, motivasi, dan dukungan kepada para murid selama proses persiapan hingga pelaksanaan OMI.

Menurutnya, keberhasilan para murid tidak terlepas dari kerja sama antara murid, guru pembimbing, wali kelas, serta seluruh keluarga besar MAN 1 Manggarai.

“Terima kasih kepada bapak dan ibu pembimbing yang telah mendampingi dan membimbing anak-anak kita. Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan kolaborasi yang baik antara murid dan guru,” lanjutnya.

Ia berharap keberhasilan di tingkat kabupaten tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh murid MAN 1 Manggarai untuk terus mengembangkan potensi dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.

Lebih jauh, Kepala Madrasah menyampaikan keyakinannya bahwa perjuangan sembilan murid MAN 1 Manggarai tidak akan berhenti di tingkat provinsi. Ia optimistis para peserta mampu memberikan hasil terbaik dan membawa nama MAN 1 Manggarai melangkah lebih jauh.

“Saya yakin dan optimis, dengan kerja keras, doa, pembinaan yang lebih intensif, serta dukungan dari seluruh keluarga besar madrasah, insyaallah MAN 1 Manggarai dapat melaju sampai ke tingkat nasional,” tegas Fetosarif.

Optimisme tersebut menjadi energi baru bagi para murid dan guru pembimbing untuk menghadapi tahapan kompetisi selanjutnya. Madrasah berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan secara lebih terarah kepada sembilan murid yang telah lolos, sehingga mereka dapat mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi OMI tingkat provinsi. (HF)